Ketua Program Doktor Ilmu Kesmas Unhas Menyambangi STIKES BBM
Jpeg

Ketua Program Doktor Ilmu Kesmas Unhas Menyambangi STIKES BBM

Prof. Veny Hadju

Prof. Dr. dr. Veny Hadju, M.Sc.,Ph.D. bersama Ketua dan Staf Stikes BBM, Selasa (17/11/2015).

MAJENE, stikesbbm.ac.id – Sehari setelah menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Wisuda Angkatan XII STIKES BBM, Selasa (17/11/2015) Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin, Prof. Veny, menyambangi kampus STIKES BBM. Dalam kunjungan di Kampus yang beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Lutang, Majene, beliau berkesempatan melihat langsung ruang ketua STIKES, ruang administrasi dan ruang para pembantu ketua Stikes.

Prof. Veny Hadju

Prof. Veny saat duduk santai di ruang Ketua STIKES BBM, Selasa (17/11/2015).

Didampingi Ketua, Pembantu Ketua 1 dan 2 STIKES BBM, Prof. Veny yang juga menjabat sebagai Ketua Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Unhas, pada kesempatan itu mengapresiasi kualifikasi pendidikan dari dosen tetap STIKES Bina Bangsa Majene yang semuanya sudah berkualifikasi Strata Dua atau Magister. Beliau menyarankan agar mereka melanjutkan pendidikan di tingkat Doktoral (strata tiga, red) demi peningkatan mutu pendidikan di STIKES Bina Bangsa Majene.

“Pendaftaran program pascasarjana unhas baik program doktoral maupun magister itu dibuka antara bulan januari sampai maret. Bagi yang ingin memperoleh beasiswa BPPS Dikti syaratnya harus memiliki NIDN dan tentunya dosen bersangkutan harus terdaftar di forlap PDPT Dirjen Dikti.” kata Prof. Veny saat bersantai di ruang Ketua STIKES BBM.

Di samping itu, Prof. Veny juga menyoroti pentingnya penelitian bagi seorang dosen tetap. Misalnya di STIKES Bina Bangsa Majene dengan jumlah dosen tetap sebanyak 23 orang, proposal penelitian yang dibuat pun bisa sebanyak 23 proposal. Strateginya bahwa dalam suatu proposal terdiri dari ketua dan anggota peneliti, anggota peneliti ini pada proposal lain dapat menjadi ketua peneliti, begitu seterusnya dan dibagi rata sehingga bisa mencapai 23 proposal penelitian.

“Proposal penelitian di Dikti itu tidak seperti tesis. Biasanya hanya 20 halaman saja. Usahakan dikerja maksimal, dibuatkan workshop, kemudian dikerja serius disuatu tempat bersama-sama, insya Allah cepat jadi.” lanjut Prof. Veny.

Prof. Veny juga menyarankan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen tersebut sebagai bahan pembelajaran buat mereka.

“Tarohlah misalnya dari 23 proposal yang masuk ke dikti, paling buruk hanya 5 proposal diterima, tetapi minimal sudah ada terdaftar 23 proposal di dikti dari STIKES BBM. Gak usah berpikir yang aneh-aneh proposalnya, yang sederhana saja. Ini kan pembaharu, peneliti pemula, dan upayakan bagaimana mahasiswa dilibatkan sebagai pembelajaran buat mereka.” tutup Prov. Veny.

Pada akhir kunjungan, Prof. Veny menyempatkan berfoto bersama dengan ketua dan staf STIKES BBM serta melihat langsung gedung kampus STIKES BBM. (*) (an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*